SATUNAMA Menanam Benih Keadilan

SATUNAMA adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan kelompok, advokasi dan pelatihan yang mendorong masyarakat memiliki kesadaran untuk membela haknya. Lembaga yang berbentuk yayasan ini berada di Yogyakarta dan telah menjalin kerjasama di sejumlah provinsi di Indonesia serta beberapa negara tetangga.

Yayasan SATUNAMA kini telah memasuki usia 14 tahun. Di usianya yang telah matang (untuk ukuran sebuah organisasi) ini, SATUNAMA bersama pemangku kepentingan terus berupaya membangun masyarakat yang ‘sehat’ dan adil dengan memperkuat sumber-sumber penghidupan rakyat yang berkelanjutan. Secara singkat masyarakat yang sehat menurut SATUNAMA adalah yang terbuka untuk suatu perubahan tanpa harus kehilangan jati diri, mau mengakui perbedaan, mampu memperjuangkan hak-haknya dan memiliki pilihan sumber hidup yang berbasis potensi lokal. SATUNAMA secara formal berdiri pada tanggal 25 Maret 1998 ini awalnya merupakan bagian dari Unitarian Service Committee (USC) Kanada yang mulai bekerja di Indonesia sejak tahun 1975. Pada saat masih menjadi bagian USC Kanada, program-program awal lembaga lebih banyak ke arah layanan kemanusiaan seperti menyumbang untuk panti asuhan, penderita lepra, dan orang jompo. Dengan demikian, SATUNAMA memiliki pengalaman mengelola program advokasi, pemberdayaan dan pembangunan masyarakat.

Pada tahun 1988, USC Canada memindahkan kantornya dari Jakarta ke Yogyakarta untuk mendekatkan diri dengan kelompok masyarakat dampingan sekaligus mengurangi kesibukan mengurus administrasi dengan birokrasi pemerintahan. 

SATUNAMA menawarkan pelatihan pendidikan politik, manajemen organisasi, dan analisis sosial untuk kaum intelektual muda dengan nama Civic Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL). SATUNAMA juga mengadakan pelatihan untuk lembaga-lembaga yang melakukan pendampingan masyarakat. Antara lain pelatihan perencanaan program dan keuangan, pengembangan organisasi, analisis gender dalam pembuatan program, penggalangan dana, dan pelatihan tentang hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Indonesia.

Selama ini SATUNAMA berperan aktif membantu masyarakat Yogyakarta dalam pemberdayaan diri. Lembaga ini banyak melakukan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat, organisasi, kalangan swasta maupun instansi pemerintah. Kerjasama ini juga dilaksanakan di Papua, Sumatera, Sulawesi hingga Kalimantan. Bahkan lembaga yang didirikan oleh para aktivis 1998 ini mampu mengembangkan jangkauan operasionalnya hingga ke Timor Leste, Thailand dan negara-negara tetangga lainnya.arsip***

 

 

Tertarik Bekerjasama dengan LSM Tabalong

 

Sejak beberapa tahun lalu, SATUNAMA telah menjalin kerjasama dengan warga Ampah Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah. Di kabupaten tetangga ini SATUNAMA telah melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan adanya kerjasama ini harkat dan martabat masyarakat Ampah jauh lebih signifikan dibandingkan masa sebelumnya.

Hal itu terungkap saat sejumlah aktivis LSM Tabalong bersama staf External Department PT Adaro Indonesia berkunjung ke sekretariat SATUNAMA di Yogyakarta. Menurut penjelasan sejumlah pengurus SATUNAMA, pihaknya pernah ke Ampah untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat.

Pada bagian lain penjelasannya, SATUNAMA siap membantu LSM Tabalong dalam pelatihan fundrising (pengalangan dana). Baik dana yang berasal dari dalam negeri maupun dari dunia internasional.***

 

 

Kunjungan Akademisi dari Thailand

 

Keberadaan dan eksistensi SATUNAMA sudah diakui oleh negara-negara tetangga. terbukti dengan adanya kunjungan delegasi akademisi dari Thailand. Delegasi ini disponsori oleh Proyek Sapan/DAI/USAID yang terdiri dari 15 dosen dari lima perguruan tinggi yang berasal dari lima provinsi di Thailand. Delegasi negara Gajah Putih ini dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing mengunjungi Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mempelajari kerjasama yang terjalin antara pemerintah, akademisi, organisasi-organisasi masyarakat sipil, media dan aktor lainnya dalam rangka meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam tata kelola pemerintah daerah. Tujuan yang lain adalah untuk membangun jejaring dan kerjasama dengan akademisi atau perguruan tinggi atau organisasi-organisasi masyarakat sipil atau perorangan (individu) di Indonesia yang terlibat dalam penguatan tata kelola pemerintahan daerah.

Setelah Fransisca Dwi Indah Asmiarsi (Mia) memaparkan presentasi mengenai profil Yayasan SATUNAMA, dibukalah forum tanya-jawab mengenai program-program yang sudah dilakukan SATUNAMA. Banyak pertanyaan yang disampaikan mengenai pelatihan-pelatihan yang diadakan SATUNAMA. Pertemuan ditutup pukul 16.30 karena rombongan harus segera ke bandara untuk kembali ke Jakarta, menutup acara kunjungan dengan dua delegasi lain yang pergi ke Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.rel***

 ImageImage

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s