CSR Adaro Raih Penghargaan Nasional dan Internasional

PROGRAM Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukannya adalah investasi, bukan beban. Demikian diungkapkan Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Garibaldi Thohir, saat memberikan sambutan pada acara penganugerahan Adaro CSR Awards 2001 di Hotel Jelita Tanjung, baru-baru tadi. Menurutnya, untuk memajukan masyarakat di daerah operasionalnya, PT Adaro Indonesia harus berinvestasi melalui program, bukan charity.

Pernyataan pucuk pimpinan PT Adaro Indonesia ini bukan asal cuap. Buktinya, perusahaan tambang batubara ini berhasil meraih tujuh penghargaan Indonesian CSR Award atau ICA 2011. Penghargaan diterima oleh Chief CSR Officer PT Adaro Energy Tbk sebagai induk perusahaan PT Adaro Indonesia, Mohammad Effendi, di Ruang Raflesia, Balai Kartini, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dua penghargaan platinum, yang merupakan tingkatan tertinggi, diperoleh melalui kegiatan CSR PT Adaro Indonesia dalam program operasi katarak gratis dan penciptaan akses air bersih melalui pengolahan air tambang dengan unit water treatment plant (WTP). Program operasi katarak gratis telah dijalankan sejak 2003 lalu hingga 2011, tercatat telah membantu lebih dari 3.800 masyarakat untuk mendapatkan penglihatan kembali.

Selain itu, Rumah Belajar Sarabakawa dan Gerakan Pembangunan Desa Adaro Mandiri (GERBANG AMAN) masing-masing memperoleh Gold Award. Sementara Pembinaan dan Pengembangan UKM Madu “Tiga Wanyi”, Pembinaan dan pengembangan Usaha Perikanan “Makmur Jaya” dan  Sekolah Adiwiyata, SMPN 4 Paringin – Sekolah Berbudaya Lingkungan yang meraih Silver Award dalam ajang tersebut.

ICA 2011 sendiri merupakan perhelatan besar dari Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Corporate Forum for Community Development (CFCD). Kegiatan tersebut didukung oleh enam Kementerian RI, diadakan dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan serta pembangunan berkelanjutan.

Yang lebih membanggakan, pengakuan terhadap keberhasilan program CSR PT Adaro Indonesia tidak hanya di dalam negeri, tapi juga diakui oleh dunia internasional. Perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia ini sebelumnya juga menerima penghargaan Asia Responsible Entrepreneurship Award-South East Asia (AREA-SEA) 2011, yaitu Health Promotion Award untuk Program KIBBLA (Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir dan Anak).

Penghargaan diberikan kepada Corporate Secretary PT Adaro Energy Tbk, Devindra Ratzarwin mewakili Adaro oleh Presiden Enterprise Asia William NG didampingi anggota dewan juri Viroj na Bangchang dari Thailand di Simpor Main Ballroom, Marina Bay Sands Singapore.

Health Promotion Award ini diberikan kepada perusahaan yang memiliki program program yang bertujuan meningkatkan kepedulian dan memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat, memiliki program yang jelas yang difokuskan pada Tujuan Millenium Development Goals (MDGs) seperti mengurangi tingkat kematian anak, memperbaiki kesehatan Ibu hamil atau memberantas HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya.

Selain itu, diharapkan dapat memberikan inspirasi atau menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan lain untuk lebih memusatkan perhatian kepada kesehatan Ibu, bayi baru lahir dan anak, mengingat hal ini perlu mendapat perhatian khusus di setiap pembangunan suatu negara, khususnya di Indonesia.

PT Adaro Indonesia terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya. Kesehatan Ibu dan Balita merupakan salah satu fokus kegiatan CSR di bidang kesehatan, karena ibu dinilai memiliki peran yang sangat penting di dalam segi kehidupan manusia.

Program KIBBLA merupakan salah satu upaya Adaro Indonesia dalam ikut menyukseskan program pemerintah di dalam Millenium Development Goals (MDGs); yakni mengurangi tingkat kematian anak dan memperbaiki tingkat kesehatan Ibu.

Berangkat dari keprihatinan masih tingginya angka kematian Ibu dan bayi di wilayah Kalimantan Selatan, PT Adaro Indonesia melaksanakan program kepedulian terhadap Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir atau yang disebut KIBBLA sejak 2007.

Penghargaan ini diberikan oleh Enterprise Asia yang berbasis di Malaysia dan terdaftar di Hong Kong, sebuah organisasi nonprofit yang memiliki misi meningkatkan kewirausahaan yang bertanggung jawab, sebagai bagian dari budaya korporasi perusahaan-perusahaan di Asia.***

 

Kerjasama Kemitraan dengan Tiga Kabupaten

 

PT Adaro Indonesia akan melaksanakan kerjasama kemitraan dengan Kabupaten Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Utara. Perusahaan tambang batubara ini akan menyalurkan dana sebesar Rp 70 miliar melalui CSR kepada ketiga kabupaten tersebut. Tabalong menerima Rp 27 miliar, Balangan Rp 20 miliar dan Hulu Sungai Utara Rp 23 miliar. Pelaksanaannya dialokasikan hingga tahun 2014 mendatang.

Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) ini dilakukan pada acara penganugerahan Adaro CSR Award 2011 di Hotel Jelita Tanjung oleh Presiden Direktur PT Adaro Indonesia Garibaldi Thohir, Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono, Ketua Umum Corporate Forum for Community Development (CFCD), Bupati Tabalong Drs H Rachman Ramsyi, Bupati Balangan Ir Sefek Effendi ME dan Bupati Hulu Sungai Utara Aunul Hadi Idham Chalid.

Acara juga dihadiri oleh Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono dan masing-masing jajaran terkait. Menurut Dirjen, pada tahun 2011 lalu PT Adaro Indonesia sudah menyalurkan dana CSR sebanyak Rp 28 miliar. Namun dengan penandatanganan kerjasama ini, ia berharap programnya lebih terpadu dan berkesinambungan melalui kerjasama antara perusahaan, masyarakat, pemerintah kabupaten, maupun dukungan pemerintah pusat.

Dirjen Cipta Karya mengharapkan, program CSR yang dijalankan perusahaan-perusahaan anggota CFCD dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap pencapaian target millennium development goals (bidang air minum dan sanitasi.***

 

Ingin Ajak Menteri PU ke Tabalong

 

Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono, mengaku terkesan dengan kepedulian PT Adaro Indonesia terhadap kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Terutama terkait kerjasama kemitraan dengan pemerintah daerah.

 “Kerjasama multipihak kami pandang strategis untuk mengatasi masalah keterbatasan dana yang dihadapi pemerintah untuk mengejar target millennium development goals tahun 2015. Di bidang air minum saja, APBN hanya mampu menyediakan Rp 12 triliun dari kebutuhan total Rp 63 triliun. Sedangkan bidang sanitasi membutuhkan Rp 62 triliun, namun pemerintah baru bisa menyediakan Rp 14 triliun,” kata Budi Yuwono.

Apa yang dilakukan PT Adaro ini, lanjutnya, merupakan bukti nyata partisipasi swasta terhadap pembangunan. Diharapkan kepedulian seperti ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya. Oleh karena itu, ia ingin mengajak atasannya, Menteri Pekerjaan Umum, datang ke Tabalong untuk melihat langsung pembangunan di daerah ini.

Lebih lanjut Budi mengatakan, fasilitasi yang diberikan Ditjen Cipta Karya berupa pedoman, petunjuk, dan standar teknis dalam membangun infrastruktur bidang cipta karya. Selain itu, Ditjen Cipta Karya juga memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat dengan memiliki ribuan fasilitator, sehingga dapat dimanfaatkan dalam program ini.

Ditjen Cipta Karya juga telah menyusun pedoman bagi perusahaan yang berminat untuk memahami bagaimana cara penyaluran dana CSR kepada kabupaten/kota untuk pembangunan infrastruktur.***Image

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s